Judul : Kata Ketua MUI di hari santri
link : Kata Ketua MUI di hari santri
Kata Ketua MUI di hari santri
KH Ma'ruf Amin (foto Detikcom), |
"Kalau dulu jihadnya bersenjata mengusir penjajah. Maka jihad sekarang adalah jihad perbaikan untuk menjaga umat dari aqidah cara berfikir yang menyimpang. Menjaga negara dari kelompok-kelompok yang ekstrimis dan yang radikalis, baik radikal dalam bidang agama yang akan mengubah kesepakatan nasional kita dalam rangka berbangsa dan bernegara dengan kesepakatan konsesus nasional kita, atau kelompok radikalis sekuler yang ingin menghilangkan atau menggeser nilai-nilai agama di dalam tata kehidupan kita baik di bidang ekonomi, sosial budaya maupun bidang politik", ujar Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin kepada Detikcom, Sabtu (22/10).
KH Ma'ruf Amin sendiri menilai, peringatan Hari Santri Nasional yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi pada 22 Oktober 2015 lalu memiliki makna tersendiri bagi kaum santri. Penetapan tersebut sebagai sebuah pengakuan bagi para santri dari negara.
"Pengakuan adanya Hari Santri berarti pengakuan terhadap peran para santri dalam rangka membela, mempertahankan dan menjaga negara kesatuan Republik Indonesia", katanya.
Menurutnya, para santri dididik oleh para ulama. Di samping dididik untuk menjadi orang yang paham betul dalam agama, tapi juga dididik menjadi Al Mujahidin, yakni orang yang menjadi pejuang dalam membela agama, membela negara.
"Para ulama mengajarkan kita hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagian dari Iman. Karena itu bagi para santri membela tanah air adalah merupakan bagian dari kewajiban jihad para santri di dalam negara Republik Indonesia", katanya. (Detikcom)
Sobat baru saja selesai membaca :
Kata Ketua MUI di hari santri
Cepot rasa sudah cukup pembahasan tentang Kata Ketua MUI di hari santri dikesempatan ini, moga saja dapat menambah informasi serta wawasan Sobat semuanya. Wookey, kita ketemu lagi di artikel berikutnya ya?.
Telah selesai dibaca: Kata Ketua MUI di hari santri link yang gunakan: https://cepotpost.blogspot.com/2016/10/kata-ketua-mui-di-hari-santri.html