Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi

Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi - Hai Apa kabar Sobat pembaca CEPOT POST?, Cepot harap kabar Sobat baik-baik saja dan tak kurang suatu apa ya.. hehehe.. di kesempatan yang baik ini kita akan mengupas post dengan judul: Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi, dan sepertinya post kali ini layak dimasukan dalam kategori Artikel Berita, Artikel Daerah, Artikel Jawa Timur, Artikel Kabar, Artikel Ngawi, Nah biar gak kelamaan, yuk langsung kita simak saja.

Judul : Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi
link : Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi

Baca juga


Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi

Proyek irigasi di kabupaten Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Perbaikan sarana irigasi sangat perlu guna menjamin ketersediaan air sebagai modal dasar mencapai ketahanan pangan dan sebagai upaya lumbung pangan dunia tahun 2045. Kusumawati Nilam, Kabid Sarpraswil pada Bappelitbang, kabupaten Ngawi, mengatakan bahwa sudah saatnya masyarakat petani dilibatkan dalam pengelolaan sistem irigasi.

“Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipasif (PPSIP), merupakan penyelenggaraan irigasi berbasis pada peran serta masyarakat petani, mulai dari pemikiran awal, pengambilan keputusan sampai dengan pelaksanaan,” tegas dia.

Tambahnya, dalam agenda penyusunan dokumen PSETK (Profil Sosial Ekonomi Teknik Kelembagaan) dalam rangka PPSI (Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi) Kabupaten Ngawi, bertempat di Kurnia Convention Hall, Jalan lingkar ring road Ngawi, diantaranya terus melakukan perbaikan lahan dan sarana irigasi untuk menjamin ketersediaan air sebagai modal dasar mencapai ketahanan pangan.

“Ini merupakan program pengelolaan irigasi 5 tahunan dan ditetapkan oleh Bappelitbang, Dinas PUPR dan Dinas Pertanian, yang mana rencana pengembangan jaringan irigasi tersebut meliputi peningkatan jaringan irigasi serta pengembangan jaringan irigasi baru,” jelasnya kemudian.

Ditempat yang sama, Luki lukman, Konsultan regional 4 Jatim, dalam agenda penyusunan dokumen PSETK (Profil Sosial Ekonomi Teknik Kelembagaan), juga mepaparkan bahwa beberapa tahapan yang harus dilakukan, diawali dengan persiapan yaitu pemberitahuan kepada Pemerintah daerah setempat.

“Penelusuran jaringan irigasi dengan observasi di lapangan, data dan analisa data, rekapitulasi untuk skala prioritas, dan penyelesaian serta pelaporan.,” terang Luki, spaan akrabnya.

Sementara hasil temuan di lapangan, beberapa permasalahan terkait irigasi, seperti rusaknya plengsengan, pintu air yang hilang, ada tidaknya air, dan lain-lain, tentunya permasalahan yang berbeda-beda pada suatu daerah irigasi, harus dicarikan solusi yang berbeda-beda juga.

Beberapa diantaranya bisa diselesaikan oleh kelompok tani maupun Hippa sendiri, namun beberapa diantaranya harus diselesaikan Pemerintah, dimasukkan dalam rancangan perda, utamanya dalam penganggarannya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro




Sobat baru saja selesai membaca :

Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi

Cepot rasa sudah cukup pembahasan tentang Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi dikesempatan ini, moga saja dapat menambah informasi serta wawasan Sobat semuanya. Wookey, kita ketemu lagi di artikel berikutnya ya?.

Telah selesai dibaca: Mengidentifikasi Potensi Sumber Air Lokal Dalam Rangka Modernisasi Irigasi link yang gunakan: https://cepotpost.blogspot.com/2019/12/mengidentifikasi-potensi-sumber-air.html

Subscribe to receive free email updates: