Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam

Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam - Hai Apa kabar Sobat pembaca CEPOT POST?, Cepot harap kabar Sobat baik-baik saja dan tak kurang suatu apa ya.. hehehe.. di kesempatan yang baik ini kita akan mengupas post dengan judul: Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam, dan sepertinya post kali ini layak dimasukan dalam kategori Artikel Banten, Artikel Berita, Artikel Daerah, Artikel Kabar, Nah biar gak kelamaan, yuk langsung kita simak saja.

Judul : Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam
link : Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam

Baca juga


Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam


BANTENPERSPEKTIF.COM, PANDEGLANG - Bencana Tsunami yang terjadi di Kabupaten Pandeglang pada Sabtu (22/12/2018) menyisakan kisah pilu bagi para korban yang selamat, salah satunya diceritakan oleh Madun, warga Desa Lantera, Kecamatan Labuan.

Pada Senin (24/12/2018) malam, pria yang sehari - hari berjualan nasi goreng di Pasar Labuan menceritakan kisahnya itu kepada BantenPerspektif. Menurutnya, waktu itu malam sekira pukul 21.00 WIB dirinya sedang melayani pembeli.

"Malam itu lagi ramai - ramainya pembeli dan ada beberapa pembeli yang sedang makan, lalu saya mendengar orang berteriak -teriak Tsunami sembari berlarian," kata Madun. Namun saat itu, Madun tak langsung percaya karena kabar tentang gelombang tinggi sering terjadi dan memang pada minggu keempat gelombang di daerah itu selalu naik.

"Saya awalnya melihat tanggal, oh ternyata minggu keempat dan memang setiap minggu keempat gelombang selalu naik jadi saya fikir biasa saja tetap berjualan," kata Madun. Saat pembeli menanyakan perihal orang yang berlarian tersebut kepada dirinya, Madun pun menjawab itu hal biasa.

Namun selang beberapa saat, jumlah orang yang berlarian semakin banyak dan Madun semakin khawatir ketika sejumlah anak juga ikut berlarian sembari menangis. "Saya baru ngeh ketika ada anak - anak juga lari dan menangis dari sistu saya langsung tutup dan meninggalkan gerobak menuju ke rumah untuk menyelamatkan istri dan anak - anak," kata Madun.

Sesampai di rumah, Madun pun langsung membawa istri dan anak - anaknya ke tempat yang lebih aman. "Saya juga akhirnya lari ke tempat yang lebih aman dan mengungsi," kata Madun. Ia bersyukur karena akhirnya selamat dari Tsunami.

Namun kisah pilu diceritakan Madun, karena salah seorang tetangganya ketika itu. "Kalau tetangga saya lebih sedih karena saat buka pintu rumahnya langsung dihantam gelombang setinggi 3 meter dan ia pun pegang erat anaknya. Alhamdulillah mereka selamat, tapi anaknya trauma dan sekarang sedang dirawat," cerita Madun. (WCR/KNT)

 


Sobat baru saja selesai membaca :

Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam

Cepot rasa sudah cukup pembahasan tentang Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam dikesempatan ini, moga saja dapat menambah informasi serta wawasan Sobat semuanya. Wookey, kita ketemu lagi di artikel berikutnya ya?.

Telah selesai dibaca: Kisah Tsunami; Buka Pintu, Duarr Gelombang Menghantam link yang gunakan: https://cepotpost.blogspot.com/2018/12/kisah-tsunami-buka-pintu-duarr.html

Subscribe to receive free email updates: