Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan

Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan - Hai Apa kabar Sobat pembaca CEPOT POST?, Cepot harap kabar Sobat baik-baik saja dan tak kurang suatu apa ya.. hehehe.. di kesempatan yang baik ini kita akan mengupas post dengan judul: Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan, dan sepertinya post kali ini layak dimasukan dalam kategori Artikel Berita, Artikel Indonesia Timur, Artikel Irian Jaya, Artikel Kabar, Artikel Papua, Artikel Update, Nah biar gak kelamaan, yuk langsung kita simak saja.

Judul : Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan
link : Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan

Baca juga


Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan

Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan
Markas besar Melanesian Spearhead Group (MSG) di Port Vila, Vanuatu.
PORT VILA -- Menteri Luar Negeri Vanuatu, Ralph Regenvanu, mengatakan dia kehilangan harapan kepada Melanesian Spearhead Group (MSG) karena kurangnya konsensus dan keterlibatan politik.

Dalam tiga tahun terakhir organisasi sub-regional beranggotakan negara-negara rumpun Melanesia di Pasifik itu menjadi terpecah dipicu isu keanggotaan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

(Baca ini: PM PNG Dorong Masalah Papua Dibawa ke Komite Dekolonisasi PBB)

Indonesia sebagai anggota associate, menolak dengan keras aplikasi keanggotaan ULMWP, yang berstatus sebagai peninjau. Sikap Indonesia mendapat dukungan dari Fiji dan Papua Nugini sedangkan ULMWP mendapat dukungan dari Vanuatu, Solomon Islands dan FLNKS, Kaledonia Baru.
Menlu Vanuatu, Ralph Regenvanu.
Dalam sebuah wawancara dengan lembaga tangki pemikir Development Policy Center, sebagaimana dikutip oleh radionaz.co.nz, Regenvanu mengatakan MSG mengecewakan dan semakin kurang relevan.

“Pendekatan konsensus untuk pengambilan keputusan gagal di MSG. Vanuatu secara konsisten mengatakan bahwa ia tidak senang dengan cara keputusan dibuat, bahwa keputusan-keputusan tidak dibuat dengan cara konsensus, dan itu terus berlanjut.”

Regenvanu mengatakan hanya jika MSG kembali ke tujuannya semula barulah ia menjadi relevan lagi.

(Baca ini: Keanggotaan West Papua di MSG dalam Proses)

Menurut situs resmi MSG, terbentuknya organisasi ini merupakan hasil dari pertemuan informal kepala-kepala pemerintahan Papua Nugini, Solomon Islands, Vanuatu dan perwakilan dari FLNKS pada pada 17 Juli 1986.

Pada 1998, para pemimpinnya menandatangani enam prinsip dasar kerjasama di antara negara-negara merdeka di Melanesia. Secara resmi FLNKS bergabung pada 1989 sedangkan Fiji bergabung pada 1996.

Menurut kesepakatan awal tujuan MSG adalah untuk mempromosikan dan memperkuat perdagangan antar-anggota, pertukaran budaya, tradisi dan nilai-nilai Melanesia, kesetaraan kedaulatan, ekonomi dan kerjasama teknis antarnegara dan penyelarasan kebijakan untuk mencapai tujuan bersama dalam pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang baik dan keamanan.

(Baca juga: Oposisi Mengecam Dukungan Pemerintah Fiji Terhadap Indonesia di MSG)


Copyright ©Radio NZ | Suara Papua "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com


Sobat baru saja selesai membaca :

Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan

Cepot rasa sudah cukup pembahasan tentang Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan dikesempatan ini, moga saja dapat menambah informasi serta wawasan Sobat semuanya. Wookey, kita ketemu lagi di artikel berikutnya ya?.

Telah selesai dibaca: Menlu Vanuatu: MSG Mengecewakan dan Semakin Tidak Relevan link yang gunakan: https://cepotpost.blogspot.com/2018/07/menlu-vanuatu-msg-mengecewakan-dan.html

Subscribe to receive free email updates: