Judul : Menteri Yohana : Lindungi Anak Dari Pengaruh Radikalisme
link : Menteri Yohana : Lindungi Anak Dari Pengaruh Radikalisme
Menteri Yohana : Lindungi Anak Dari Pengaruh Radikalisme
Ambon, Malukupost.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Yembise kembali mengatakan sudah menjadi semua pihak untuk melindungi anak-anak dari pengaruh isu radikalisme."Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi semua sektor, termasuk media massa sama-sama melindungi anak-anak karena mereka adalah cermin dari masa depan bangsa," kata Menteri Yohana usai meluncurkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Ambon, Rabu (24/5).
Ia mengatakan meski tidak paham dengan politik, anak-anak mudah sekali terpengaruh dengan konten-konten yang berkaitan dengan isu-isu radikalisme dan saling menghasut yang disebarkan oleh orang dewasa, terutama di media sosial.
Hal tersebut kemudian menyebabkan anak-anak untuk ikut saling mencaci dan membuat status maupun komentar beragam terkait hal itu di media sosial.
"Kita lihat anak-anak cepat sekali terpengaruh dengan isu-isu radikal. Saya pikir ini adalah pengaruh "political scenario" yang menyebabkan anak-anak yang sebenarnya tidak paham politik, radikalisme dan hal-hal seperti itu jadi terlibat," ucapnya.
Terkait itu, Menteri Yohana menyarankan kepada para orang tua agar mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan media sosial, maupun saat "berselancar" di dunia maya.
"Menurut saya itu tergantung dari pengasuhan keluarga yang harusnya sadar bahwa anak-anak harus, dijaga tidak boleh dibiarkan, karena mereka tugasnya adalah bersekolah, bermain dan berkreasi. Pengawasan itu harusnya dilakukan oleh orang dewasa," katanya.
Dikatakannya lagi, sesuai dengan isi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, semua anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk diperhatikan tanpa diskriminasi.
Karena itu, Kementerian PP dan PA sedapat mungkin berupaya melindungi anak-anak Indonesia dari konflik dan isu radikalisme, dengan tetap memperhatikan pemenuhan dan perlindungan terhadap hak-hak mereka.
Upaya tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan pendampingan kepada orang dewasa di kawasan-kawasan yang dianggap berpotensi terhadap penyebaran kebencian antar masyarakat melalui isu radikalisme.
"Kami mendekati daerah-daerah yang kami petakan harus didampingi untuk mengubah "mind set" orang-orang dewasa agar tidak sampai mengganggu anak-anak. Kami mengharapkan antar kementerian, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar bersama-sama dengan kementerian terkait lainnya juga melihat hal ini," katanya. (MP-2)
Sobat baru saja selesai membaca :
Menteri Yohana : Lindungi Anak Dari Pengaruh Radikalisme
Cepot rasa sudah cukup pembahasan tentang Menteri Yohana : Lindungi Anak Dari Pengaruh Radikalisme dikesempatan ini, moga saja dapat menambah informasi serta wawasan Sobat semuanya. Wookey, kita ketemu lagi di artikel berikutnya ya?.
Telah selesai dibaca: Menteri Yohana : Lindungi Anak Dari Pengaruh Radikalisme link yang gunakan: https://cepotpost.blogspot.com/2017/05/menteri-yohana-lindungi-anak-dari.html