Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016

Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016 - Hai Apa kabar Sobat pembaca CEPOT POST?, Cepot harap kabar Sobat baik-baik saja dan tak kurang suatu apa ya.. hehehe.. di kesempatan yang baik ini kita akan mengupas post dengan judul: Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016, dan sepertinya post kali ini layak dimasukan dalam kategori Artikel Berita, Artikel Daerah, Artikel Jawa Tengah, Artikel Kabar, Artikel Kebumen, Nah biar gak kelamaan, yuk langsung kita simak saja.

Judul : Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016
link : Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016

Baca juga


Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016

Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016
Peserta Rapat Anggota Tahunan mengikuti dengan khidmat.       (Bk02/Yogi)
KEBUMEN (http://ift.tt/1fsIlf9) - Bertempat di Balai Desa Pohkumbang, Karanganyar, Kebumen pada hari Sabtu (6/5) pengurus beserta seluruh anggota Kostajasa (KSU Taman Wijaya Rasa) mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2016.

Rapat tersebut diadakan membahas tentang laporan pertanggungjawaban Pengurus Kostajasa pada tahun 2016 serta pembahasan rencana tahun 2017. Selain itu, juga membahas tentang kinerja managemen operasional sekaligus pergantian estafet kepengurusan.

"saya sangat senang, RAT kali ini di Desa Pohkumbang. Harapan saya bisa terwujud juga", ungkap Sudiyono selaku Kepala Desa Pohkumbang.

Dalam sambutannya yang singkat dihadapan sekitar 130 peserta yang hadir, Beliau juga mempunyai harapan agar Kostajasa langgeng terus karena selama bergabung, masyakarat mendapatkan hasil yang lebih baik. 

Perlu diketahui bahwa sudah ada 164 orang dari 12 Desa yang telah bergabung menjadi anggota salah satu KSU yang sudah bersertifikat Internasional ini.

"Kami baru kali ini diundang dalam acara seperti ini dan kami menyambut baik acara rapat tahunan yang dihadiri para kelompok tani pengelola hutan ini", tutur  Hari Sriyono sebagai perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kebumen. 

Beliau melanjutkan supaya Kostajasa bisa terus melebarkan sayapnya sampai ke wilayah Kebumen bagian timur, bukan hanya di wilayah Kebumen bagian barat. Terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Acara RAT tersebut juga dihadiri perwakilan dari TFT ( The Forest Trust ), Aris Priyambodo selaku pendamping pengelola hutan rakyat. Beliau bercerita bahwa tahun 2005, mencoba menggagas melakukan pendampingan kepada masyarakat yang saat itu menanam pohon Mahoni. 

"Alhamdulillah, selama 12 tahun berjuang, mampu meraih keberhasilan seperti sekarang. Dan masih banyak potensi yang mampu dikembangkan jika semua mau bersinergi seperti di Wonoharjo dengan Gula Semutnya", tutur Beliau.

Beliau juga mempunyai harapan bahwa Kostajasa tidak hanya bergerak dibidang perkayuan, namun non kayu juga. Non kayu dimaksudkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. 

"Sebagai putra Kebumen, saya sering melakukan pendampingan di luar Kebumen. Dengan sisa umur yang masih ada, saya ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan Kebumen", tutur pria asal Desa Candi, Karanganyar ini.

Sambutan yang terakhir dilakukan oleh Drs Sunarto FM selaku Ketua Kostajasa. Dalam kesempatan tersebut, Beliau memaparkan bahwa selain dibidang perkayuan, Kostajasa juga diberi tantangan untuk meningkatkan hasil di bawah tegakkan. Seperti Gula Semut, dan kedepannya akan menyiapkan managemen untuk pengelolaan gula semut, serta mencari potensi-potensi lain di setiap desa para anggotanya. 

Rapat yang dimulai pada Pukul 09.00 WIB ini, berlangsung lancar, santai dan khidmat. Peserta yang hadir juga terlihat menikmati hiburan orgen tunggal yang dihadirkan oleh pihak panitia. 

Dalam RAT tersebut menghasilkan beberapa keputusan, seperti peningkatan kerjasama dengan perusahaan. Setelah pada tahun 2016 berhasil bekerjasama dengan 9 Perusahaan. Peningkatan dilakukan dibagian managemen dengan melakukan penggantian serta penambahan dalam kepengurusan Kostajasa. Serta menggali potensi desa selain bidang perkayuan, seperti Gula Semut di Wonoharjo, Anyaman pandan di Pohkumbang, dan yang lainnya. 

Sebelum RAT ditutup, panitia membagi-bagikan doorprize kepada para peserta yang beruntung.   (Bk02/Yogi) 





KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info


Sobat baru saja selesai membaca :

Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016

Cepot rasa sudah cukup pembahasan tentang Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016 dikesempatan ini, moga saja dapat menambah informasi serta wawasan Sobat semuanya. Wookey, kita ketemu lagi di artikel berikutnya ya?.

Telah selesai dibaca: Potensi Desa Non Kayu menjadi Tantangan Kostajasa dalam RAT Tahun Buku 2016 link yang gunakan: http://cepotpost.blogspot.com/2017/05/potensi-desa-non-kayu-menjadi-tantangan.html

Subscribe to receive free email updates: